DOSA-DOSA BESAR

DALIL DOSA BESAR

Dosa pertama : Syirik
إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ (المائدة : 72)
“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS Al Maidah : 72)

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ؟» ثَلاَثًا، قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: «الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ، وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ – وَجَلَسَ وَكَانَ مُتَّكِئًا – أَلا وَقَوْلُ الزُّورِ» ، مَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى قُلْتُ: لَيْتَهُ سَكَتَ رواه البخاري، رقم :2654 ومسلم، رقم : 88)
Dari Abdurrahman bin ABi Bakarah dari ayahnya bahwa diaberkata :Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Maukah kamu aku beitahu tentang dosa-dosa yang paling besar?”.(3kali)  Mereka berkata :”Ya, wahai Rasulullah”. Dia berkata : “Menyekutukan Allah, durhaka kepada dua orang tua, -kemudian beliau duduk, setelah sebelumnya bersandar- ingat, dan sumpah palsu”. Dan beliau senantiasa mengulang-ulangnya sampai saya berkata : “andai saja dia berhenti”. (HR Bukhari dan Muslim)

Dosa kedua : membunuh manusia dengan tanpa dosa
وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا (النساء : 93)
” dan Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya”. (QS An Nisa’ : 93)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ» ، قِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا هِيَ؟، قَالَ: «الشِّرْكُ بِاللهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلَّا بِالْحَقِّ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ»
(رواه البخاري، رقم : 2766، ومسلم رقم : 145)
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullas shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Jauhilah tujuh yang merusak”. Ditanyakan : “Wahai Rasulullah. Apakah itu?”. Dia berkata : “Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang telah dimulyakan oleh Allah dengan tanpa kebenaran, memakan riba, makan harta anak yatim, melarikan diri pada waktu perang sedang berkecamuk, menuduh perempuan baik-baik bahwa dia telah berzina”. (HR Bukhari dan Muslim)

Dosa ketiga : Sihir
وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ (البقرة : 102)
dan mereka mengikuti apayang dibaca oleh syaitan-syaitanpada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). mereka mengajarkan sihir kepada manusia”. (QS. Al baqoroh : 102)
Dalil haditsnya sama dengan hadits di atas dan hadits Rasulullah
عَنْ أَبِي مُوسَى، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” ثَلَاثَةٌ لَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ: مُدْمِنُ خَمْرٍ، وَقَاطِعُ رَحِمٍ، وَمُصَدِّقٌ بِالسِّحْرِ (رواه أحمد، رقم : 19569)
Diriwayatkan dari Abu Musa bahwa Rasulullas shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tiga yang tidak masuk surga : pecandu khamar, pemutus tali persaudaraan, dan orang yang membenarkan sihir”. (HR Ahmad).

Dosa keempat :meninggalkan sholat
فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا. إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ شَيْئًا (مريم : 69 – 60)
Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, Maka mereka itu akan masuk syurga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun, (QS. Maaryam : 59 -60)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «العَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ» (رواه الترمذي، رقم : 2621 والنسائي، رقم : 463)
Dari Abdullah bin Buraidah dari bapaknya bahwa dia berkata : “Rasulullas shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : “Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat. Barangsiapa yang meninggalkannya, maka dia telah kafir”. (HR Turmudzi dan Nasa’i)

عَنْ بُرَيْدَةَ الْأَسْلَمِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ فَاتَتْهُ صَلَاةُ الْعَصْرِ حَبِطَ عَمَلُهُ»
Dari Buraidah Al Aslami bahwa dia berkata : Rasulullas shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : “Barangsiapa yang ketinggalan shalat Ashar maka amal-amalnya telah binasa”. HR Nasa’I no. 476

Dosa kelima : tidak membayar zakat
وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ (34) يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ (35)
dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, Maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,
pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, Maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (QS. At Taubah : 34 – 35)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَوَّلُ ثَلَاثَةٍ يَدْخُلُونَ النَّارَ فَسُلْطَانٌ مُسَلَّطٌ، وَذُو ثَرْوَةٍ مِنَ الْمَالِ لَمْ يُعْطِ حَقَّ مَالِهِ، وَفَقِيرٌ فَخُورٌ» (رواه أحمد، رقم : 9492، وابن حبان، رقم : 7481)
Dari Abu Hurairah bahwa dia berkata : Rasulullas shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : “Tiga kelompk pertama yang masuk neraka adalah : penguasa yang lalim, pemilik harta yang tidak menunaikan hak Allah padanya dan orang miskin yang sombong”.

Dosa keenam : berbuka puasa pada siang Ramadlan dengan tanpa udzur

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَفْطَرَ يَوْمًا مِنْ رَمَضَانَ فِي غَيْرِ رُخْصَةٍ رَخَّصَهَا اللَّهُ لَهُ لَمْ يَقْضِ عَنْهُ صِيَامُ الدَّهْرِ» رواه أبو داود، رقم : 2396، والترمذي، رقم : 723، واين ماجه، رقم : 1672)
“dari Abu Hurairah bahw dia berkata : Rasulullas shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “barangsiapa yang  berbuka dengan tanpa udzur yang diperbolehkan oleh Allah satu hari saja dari Bulan Ramadlan,maka puasa sepaanjang tahun tidak akan mampu dapat menggantikannya”.
Dan hadits tentang Imam, Islam dan Ihsan yang dikenal dengan hadits Jibril dan hadits tentang pondasi-pondasi Islam yang lima adalah sangat jelas.

Dosa ketujuh : Meninggalkan haji padahal sudah mampu
عَنْ عَلِيٍّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مَنْ مَلَكَ زَادًا وَرَاحِلَةً تُبَلِّغُهُ إِلَى بَيْتِ اللَّهِ وَلَمْ يَحُجَّ فَلَا عَلَيْهِ أَنْ يَمُوتَ يَهُودِيًّا، أَوْ نَصْرَانِيًّا، وَذَلِكَ أَنَّ اللَّهَ يَقُولُ فِي كِتَابِهِ: )وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ البَيْتِ مَنْ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا(
Dari Ali bahwa dia berkata : “Rasulullas shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah besabda : Barangsiapa yang memiliki bekal dan kendaraan yang dapat mengantarkaya menuji baitullah, tetapi dia tidak mau melaksanakan haji, maka matilah dalam keadaan yahudi atau nashrani. Itu 97. mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, Yaitu (bagi) orang yang sanggup Mengadakan perjalanan ke Baitullah). QS. Ali Imran : 92) (HR Turmudzi, no. 812).

Dosa kedelapan : Durhaka kepada dua orang tua
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا (الإسراء : 23)
dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia (QS Al Isra’ : 23)

Dosa kesembilan : Berseteru dengan para kerabat
الَّذِينَ يَنْقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مِيثَاقِهِ وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ (البقرة : 27)
orang-orang yang melanggar Perjanjian Allah sesudah Perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. mereka Itulah orang-orang yang rugi. (QS Al Baqoroh : 27)
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعَمٍ، عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: « لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ» (رواه البخاري، رقم 5984، ومسلم، رقم : 2556، واللفظ له)
Dari Muhammadbin Jubair bin Muth’im dari ayahnya bahwa dia mendengar Rasulullas shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Orang yang memutus silaturahmi tidak akan masuk surga”.

Dosa kesepuluh : Zina
وَالَّذِينَ لا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلا بِالْحَقِّ وَلا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا (٦٨)يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا (٦٩)إِلا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (٧٠)
68. dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),
69. (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan Dia akan kekal dalam azab itu, dalam Keadaan terhina,
70. kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al Furqon)

عَنِ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ، وَلَا يُزَكِّيهِمْ، وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ: شَيْخٌ زَانٍ، وَمَلِكٌ كَذَّابٌ، وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ ” رواه مسلم، رقم : 172)
Dari Abu Hurairah bahwa dia berkata : Rasulullas shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : “Tiga yang Allah tidak akan berbicara dengan mereka pada hari kiamat, tidak melihatnya dan tidak mensucikan mereka, dan mereka akan mendapatkan siksa yang pedih : orang tua yang berzina, penguasa yang pembohong dan orang miskin yang sombong”.

 

Pengertian dosa besar dan Contoh – contoh perbuatan dosa

 

A. Pengertian dosa besar

Perkataan dosa berasal dari bahasa sansekerta, yang dalam bahasa arabnya disebut az-zanbu, al-ismu  atau al-jurmu. Menurut istilah ulama fukaha ( ahli hukum islam)  dosa adalah akibat tidak melaksanakan perintah Allah SWT yang hukumnya wajib dan mengerjakan larangan Allah yang hukumnya haram. Ulama fukaha sepakat bahwa dosa besar adalah dosa yang pelakunya diancam denganhukuman

dunia, azab di akhirat, dan dilaknat oleh Allah SWT dan Rasulullah Saw.Para pelaku dosa akan mendapat  penghapusan dosa apabila dia bertobat sungguh – sungguh ( tobat nasuha ). Hal ini sesuai penegasan Allah SWT dalamAl-Quran surat At-Tahrim, 66:8, juga Rasulullah Saw bersabda:Artinya:

“Orang yang bertobat dari dosanya, seperti orang yang tidak berdosa.”

B. Contoh – contoh perbuatan dosa

1. dosa besar terhadap Allah SWT

Syirik Dalam istilah ilmu tauhid syirik adalah menyekutukan Allah SWT dengan sesuatuselainnya, baik dalam zatNya, sifatNya, af’al-Nya (perbuatannya). Syirik merupakandosa yang paling berat sehingga pelakunya tidak akan memperoleh ampunan kecualidengan bertobat nasuha.

# Kufur Yaitu mengingkari adanya Allah SWT dan segala ajarannya yang disampaikan olehNabi atau RasulNya.

# Nifak Yaitu menampakkan sikap, ucapan dan perbuatan yang sesunggunya bertentangandengan apa yang tersembunyi dalam hatinya.

# Fasik Melupakan Allah seperti meninggalkan Salat 5 waktu, tidak berjakat, bahkan bisaberbuat riddah.

2. dosa besar terhadap diri sendiridosa basar terhadap terhadap diri sendiri adalah perbuatan besar yang objek atausasarannya adalah diri sendiri, seperti membunuh diri sendiri.Membunuh diri sendiri, dengan cara apapun merupakan perbuatan yang dilarangAllah SWT dan Haram hukumnya serta termasuk dosa besar. Hal ini sesuai denganfirmanNya :Artinya :

“Dan janganlah kamu membunuh diri mu sendiri, sesungguhnya Allah adalah Mahapenyayang kepadamu.”

3. Dosa besr dalam keluargaSalah satu contoh dosa besar dalam keluarga ialah durhaka kepada orang tua hal inisesuai dengan hadist yang berdumber dari abu bakar r.a. Rasulullah Saw bersabda :Artinya :

“Maukah aku kabarkan kepada kalian dosa yang paling besar?” Kami para sahabat menjawab,” baiklah ya Rasulullah.” Rasulullah Saw bersabda,” menyekutukan Allahdan mendurhakai kedua orang tua.”

Contoh – contoh perbuatan yang termasuk durhaka pada kedua orang tua seperi :a. melakukan penganiayaan terhadap fisik kedua orang tuab. melontarka caci maki atau kata – kata yang menyakitkan hati kedua orang tua

. mengancam kedua orang tua agar memberikan sesuatu, padahal kedua orangtuanya tidak mampuAnak yang durhaka kepada orang tuanya akan mendapat murka Allah SWT, siksadunia dan azab di akhirat

4. Dosa besar dalam pemenuhan seksuala. zinahb. homo seksualc. menuduh zinah

5. Dosa besar dalam makanan dan minumana. MakananMakanan – makanan yang haram sesuai dangan firman Allah SWT : memakan bangkai,darah, daging babi dan hewan yang disembelih tidak mengatas namakan Allah.

Meminun Khamar Perkataan  khamar  berasal  dari  kata  “khamran”  yang  artinya tertutup,  terhalang,tersembunyi. Digunakan sebagai sebutan menghalangi akalsehat peminumnya

6. Dosa besar dalam kehidupan bermasyarakata. PembunuhanPembunuhan  adalah perbuatan  yang  menyebabkan  lenyapnya  nyawa  seseorang.Membunuh orang dengan sengaja merupakan perbuatan biadab yang hukumnya haramdan pelakunya di murkai dan di kutuk Allah.Ditinjau darisegi perbuatannya, pembunuhan dapat dibagi 3 macam :

1. Pembunuhan dengan sengaja atau direncanakan

2. Pembunuhan seperti sengaja

3. Pembunuhan tidak sengajab. menganiaya orang

#.Mencuri menurut  ilmu  fikih  mencuri  adalah  mengambil  harta  orang  lain  dari tempatpenyimpanannya secara diam – diam.d. Merampok Ialah mengambil harta milik orang lain dengan kekerasan atau ancaman

 

C. Menghindari perbuatan dosa besar

1. Senantiasa mengingat firman Allah SWT

2. Setiap umat islam hendaknya menyadari bahwa melakukan dosa besar

3. Orang – orang yang beriman dimana pun dan kapan pun dia berada tentu tidak akan melakukan dosa besar

4. Muslim atau muslimah yang berdisiplin mengerjakan salat fardu, apalagi kalauditambah  dengan  salat  sunah,  tentu  akan  mampu  mengendalikan  diri dariperbuatan keji dan mungkar

5. Orang – orang yang beriman akan berusaha agar senantiasa beramal saleh danmengendalikan diri untuk tidak berbuat dosa besar

 

Perbuatan syirik menyebabkan kerosakan dan bahaya yang besar, sama ada dalam kehidupan peribadi secara individu mahupun masyarakat. Adapun kerosakan dan bahaya yang paling menonjol adalah:

1 – Syirik merendahkan taraf kemanusiaan:
Syirik menghinakan kemuliaan manusia, menurunkan darjat dan martabatnya. Kerana Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan umat manusia sebagai khalifah di muka bumi. Allah memuliakannya, mengajarkannya dengan nama-nama, lalu menundukkan baginya apa yang ada di langit dan di bumi semuanya. Allah menjadikannya penguasa di muka bumi ini.
Tetapi kemudian dia tidak mengetahui darjat dan martabat dirinya. Lalu menjadikan sebahagian dari makhluk Allah sebagai tuhan dan sembahan. Ia tunduk dan menghinakan diri padanya.
Pelbagai kehinaan tersebut, hingga hari ini amat banyak dapat kita saksikan. Ratusan juta orang di negara kita menyembah makhluk lain seperti haiwan, pokok dan matahari yang diciptakan oleh Allah bagi manfaat kehidupan manusia, seperti bagi tujuan memakan dagingnya, membantu pekerjaan, atau seumpamanya.
Sebahagian umat Islam mendatangi dan tinggal di kawasan-kawasan perkuburan untuk memohon pelbagai keperluan mereka. Padahal, orang-orang yang mati itu juga hamba Allah seperti mereka. Tidak berupaya mendatangkan manfaat atau bahaya untuk mereka sendiri.
Sebagai contoh, kelompok Syi’ah yang menyembah kubur Al-Husain bin Ali misalnya, penghuni kubur itu sendiri tidak mampu menyelamatkan dirinya dari pembunuhan ke atas dirinya. Lalu bagaimana mungkin kemudian ia akan dapat menolak bahaya yang menimpa orang lain dan mendatangkan manfaat kepadanya?
Orang-orang yang meninggal itu sendiri amat memerlukan doa dari orang-orang yang masih hidup. Kita mendoakan mereka, dan bukan sebaliknya kita yang berdoa dan memohon kepadanya, menjadikannya sebagai sembahan selain Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لا يَخْلُقُونَ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ (٢٠)أَمْوَاتٌ غَيْرُ أَحْيَاءٍ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

Maksud: “Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apapun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) dibuat orang. (Berhala-berhala) itu benda mati, tidak hidup, dan berhala-berhala itu tidak mengetahui, bilakah pe-nyembah-penyembahnya akan dibangkitkan.” (Surah an-Nahl, 16: 20-21)

وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ

Maksud: “Sesiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah maka adalah dia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (Surah al-Hajj, 22: 31)

2 – Syirik adalah sarang khurafat dan kebatilan:
Kerana orang yang mempercayai adanya sesuatu yang berupaya memberi kesan (bantuan pertolongan (memperkenankan doa)) selain Allah di alam ini, sama ada berupa bintang, jin, arwah (ruh) atau hantu bererti dia telah menjadikan akalnya bersedia menerima segala bentuk khurafat (takhayul), serta mempercayai para dajjal (pendusta).
Kerana itu, dalam sebuah masyarakat yang akrab dengan kemusyrikan, “barang dagangan” (tangkal) dukun, tukang nujum, ahli sihir dan sejenisnya menjadi sangat laku (laris). Sebab mereka mendakwakan dirinya mampu mengetahui ilmu ghaib, yang pada hakikat sebenarnya tidak ada seorang pun mengetahuinya melainkan Allah. Di samping itu, dalam masyarakat seperti ini, mereka sudah tidak lagi menghiraukan persoalan ikhtiar dan mencari sebab, serta akan meremehkan sunnah kauniyah (hukum alam).

3 – Syirik adalah kezhaliman yang sangat besar:
Yaitu zalim terhadap realiti. Sebab hakikat yang paling agung adalah “Tidak ada Tuhan (yang berhak di sembah dengan benar) melainkan Allah”, Tidak ada Rabb (pengatur) selain Allah, tidak ada Penguasa selain-Nya.
Ada pun orang-orang yang musyrik, mereka mengambil selain Allah sebagai Tuhan, serta mengambil selain-Nya sebagai penguasa. Syirik merupakan kezaliman dan penganiayaan terhadap diri sendiri. Kerana seorang musyrik menjadikan dirinya sebagai hamba bagi makhluk sesamanya, bahkan mungkin lebih rendah dari dirinya. Padahal Allah menjadikannya sebagai makhluk yang merdeka.
Syirik juga merupakan penganiayaan terhadap orang lain, sebab orang yang disekutukan dengan Allah telah ia aniaya, lantaran ia memberikan hak padanya, apa yang asal sebenarnya bukan miliknya.

4 – Syirik sumber dari segala ketakutan dan kecemasan:
Orang yang akalnya menerima pelbagai jenis khurafat dan mempercayai kebatilan akan diliputi ketakutan dari pelbagai arah. Sebab ia menyandarkan dirinya pada banyak tuhan. Padahal tuhan-tuhan itu lemah dan tidak memiliki kuasa untuk memberi manfaat atau menolak bahaya bagi dirinya.
Kerana itu, dalam sebuah masyarakat yang akrab dengan kemusyrikan, putus-asa dan ketakutan tanpa sebab adalah sesuatu hal yang lumrah dan amat banyak berlaku. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَ

Maksud: “Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah Neraka, dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang zalim.” (Surah Ali Imran, 3: 151)

5 – Syirik menjadikan manusia malas melakukan pekerjaan yang bermanfaat:
Kerana syirik mengajarkan kepada para pengikutnya untuk menyerahkan kepada para perantara, sehingga mereka meninggalkan amal soleh. Sebaliknya mereka melakukan perbuatan dosa, dengan i’tiqad bahawa mereka akan mendapat syafa’at (pertolongan) dari sisi Allah. Dan inilah yang merupakan kepercayaan orang-orang Arab jahiliyah sebelum kedatangan Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang mereka:

وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لا يَضُرُّهُمْ وَلا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَؤُلاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلا فِي الأرْضِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

Maksud: “Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata, “Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah”. Katakanlah, “Apakah kamu mengkhabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya sama ada di langit dan tidak (pula) di bumi”. Mahasuci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (itu).” (Surah Yunus, 10: 18)

Orang-orang Kristian yang melakukan pelbagai bentuk kemungkaran turut mempercayai bahawa al-Masih telah menghapuskan dosa-dosa mereka, ketika ia disalib. Demikian menurut anggapan mereka.
Demikian pula sebahagian umat Islam, mereka meninggalkan pelbagai kewajiban, melakukan pelbagai bentuk perbuatan haram, tetapi mereka tetap berhajat kepada syafaat Rasul mereka agar dapat memasuki Syurga. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam kepada puterinya sendiri berkata:

يَا فَاطِمَةُ بِنْتَ مُحَمَّدٍ اشْتَرِيَا أَنْفُسَكُمَا مِنْ اللَّهِ لَا أَمْلِكُ لَكُمَا مِنْ اللَّهِ شَيْئًا سَلَانِي مِنْ مَالِي مَا شِئْتُمَا

Maksud: “Wahai Fatimah binti Muhammad, mintalah dari hartaku sekehendakmu, (tetapi) aku tidak bermanfaat sedikitpun bagimu di sisi Allah.” (Hadis Riwayat al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, (بَاب جَهْلِ الْعَرَبِ), 11/354, no. 3264)

6 – Syirik menyebabkan kekal abadi di dalam Neraka:
Syirik menyebabkan hidup menjadi sia-sia dan hampa. Manakala di akhirat, menyebabkan pelakunya tinggal abadi di dalam Neraka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Maksud: “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Syurga, dan tempatnya ialah Neraka, tidaklah bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (Surah al-Maa’idah, 5: 72)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ مَاتَ وَهْوَ يَدْعُو مِنْ دُونِ اللَّهِ نِدًّا دَخَلَ النَّارَ

Maksud: “Sesiapa yang meninggal sedangkan dia berdoa (memohon) kepada selain Allah sebagai tandingan (sekutu), niscaya dia masuk Neraka.” (Hadis Riwayat al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, 13/433, (كِتَاب تَفْسِيرِ الْقُرْآنِ), no. 4137)

7 – Syirik memecah belah umat:
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَلا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ (٣١)مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

Maksud: “Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, iaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (Surah ar-Ruum, 30: 31-32)

Kesimpulan:

Semua pembahasan di atas, memberikan kejelasan kepada kita bahawa syirik adalah sebesar-besar perkara yang wajib kita jauhi. Kita harus bersih dari perbuatan syirik. Takutlah jika kita terjerumus ke dalamnya, kerana ia adalah dosa yang paling besar. Di samping itu, syirik juga akan menghapuskan pahala amal-amal soleh yang kita lakukan. Bahkan amalan yang terkadang bermanfaat untuk kepentingan umat dan kemanusiaan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا

Maksud: “Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (Surah al-Furqaan, 25: 23)

P

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s